|
sepatumerah adalah seorang perempuan, nyaris 30, gemar menulis dan jalan-jalan |
Alaya's shoes story : bought in singapore and died in singapore
Pada suatu pagi di kantor, gue sedang bekerja dengan tenang dan damai ketika tiba-tiba bos gue nelfon: "besok kamu ikut meeting di singapur." Selamat datang di kantor gue, segala sesuatu diadakan dengan mendadak. masih untung gue dikasi waktu sehari buat ke singapur, pernah kejadian paginya gue bekerja tanpa dosa, malemnya gue sudah berada di pesawat menuju bora-bora island**. Selanjutnya gue menyiapkan segala sesuatu untuk meeting di singapur itu dibantu oleh staff gue yang baik hati dan rajin bekerja sementara sekretaris kantor menelfon travel agent untuk mengurus tiket gue yang akan dikirim ke kantor hari itu juga. gue naik pesawat paling pagi, jam 6.30. berarti gue harus berangkat dari rumah jam 4.30. Setelah bertahun-tahun bekerja di bali, gue terbiasa dengan ke kantor bergaya liburan, pakai sendal dan kaos. lagian ribet aja kalo pake sepatu, gimana coba kalo tiba-tiba pulang kantor mau ke pantai? dari kantor gue kan bisa jalan kaki ke pantai. Setelah kerja di jakarta, kostum disini juga ga gitu penting. proyek-proyek di kantor gue pada di luar negeri, jadi ya gue berhubungan dengan orang-orang lewat e-mail atau telfon, jarang banget ketemu fisik. Tetapi untuk meeting di singapur gue kan ga bisa tampil asal-asalan. Entar dikira tkw nyasar lagi dan ga boleh masuk gedung tempat meeting berlangsung, sebuah penthhouse di gedung berlantai 43. untuk baju keren gue punyalah tapi setelah melihat koleksi sepatu gue, ternyata berbentuk nyantai semua! ada sih yang formal, tapi pake hak yang rada tinggi dan gue membayangkan bakal pegel entar kalo jalan di airport. Sebenernya itu bukan masalah besar sih, soalnya adek gue merupakan jelmaan carrie bradshaw dalam hal sepatu. gue membuka lemari sepatu, dan berbagai bentuk sepatu tersedia disana. gue memilih sepatu hitam cantik dengan hak rendah yang nyaman dipakai. karena gue berangkat di pagi buta, jadi gue ga sempet bilang pinjem sama adek gue yang masih tidur. Semuanya baik-baik saja sampai pesawat mendarat di changi dan gue turun, berjalan menuju imigrasi. gue ngerasa ada yg ga beres dengan sepatu gue. ternyata beberapa tali di sepatu kiri mulai putus. kekerenan gue mulai berkurang. gue tetap memaksa berjalan. pada saat gue mencapai bagian imigrasi, seluruh tali yang berfungsi menahan kaki gue agar tetap menempel di sepatu putus semua!! "where can i buy shoes here? i broke my shoes." tanya gue kepada petugas imigrasi yang mencap paspor gue, dengan muka memelas. "inside", kata dia dengan dingin. teganya. Udah jelas gue ga bisa masuk lagilah, paspor gue udah dicap gitu. akhirnya dengan menenteng sepatu kiri gue (jadi kaki kiri nyeker) gue memandang sekeliling, mencari tempat yang menjual sepatu. sialnya si mbak imigrasi berkata jujur, di sekeliling gue ga ada yg jual sepatu. Kalo souvenir banyak. Perjalanan gue lanjutkan menuju toilet terdekat, dengan misi ngebetulin sepatu. disana gue membongkar tas mencari-cari selotip, peniti, atau apalah yang bisa dipake untuk menyelamatkan sepatu gue. at least buat sementara. tapi ga ada, lagian sepatu gue udah rusak berat udah ga mungkin bisa dibetulin. seorang cleaning lady memandang gue dengan kasihan. "you don't have extra shoes?" tanya dia. "unfortunatelly no. is there any place i can buy shoes here?". Dia bilang ada. tapi rada jauh di basement dan gue ga mungkin bisa kesana tanpa alas kaki. akhirnya dia dengan baik hati meminjamkan sendal temennya supaya gue bisa membeli sepatu di supermarket terdekat. Gue dateng ke meeting terlambat. Tapi gue pake sepatu. Sekembalinya di jakarta, gue bikin pengakuan dosa pada adek gue, sebelumnya gue sogok dulu dia dengan burger king. adek gue rada bingung dan kaget karena gue adalah seorang pemalas dalam membeli oleh-oleh. gue: gue punya dosa sama lo, gue pinjem sepatu lo trus sekarang rusak. adek gue: sepatu yang mana? gue menunjukan sepatu yang sudah dalam keadaan tragis dan teraniaya. gue: lo dulu beli dimana? entar gue gantiin yang sama, atau kalo lo mau yang laen lagi juga entar gue beliin. adek gue: itu dulu beli di singapur. lagian ga pa-pa kok. emang udah saatnya aja rusak. funny, it was bought in singapore and died in singapore. moral of the story: bring extra shoes, even it's a short trip. pemilik: adeknya alaya **pulau nyata, bukan fiktif, lokasinya di samudra pasifik. |