teras
blog
blogskins
jalan-jalan
kinarya
project
menyiklit

sepatumerah adalah seorang perempuan, nyaris 30, gemar menulis dan jalan-jalan

  • Alaya's shoes story : bought in singapore and died...
  • KAKI KEMERDEKAAN RI?
  • Sepatu Berpita-nya Xan Rose
  • Sepatu Dekilnya Pipit
  • Sepatu pilihan Istri dan Mertua....
  • Soulmate-nya Ninit.
  • Sepatu Pilihan Ke-3
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • August 2006
  • Masukan e mail anda di sini untuk menerima pemberitahuan setiap saya mengupdate situs.

    Powered by NotifyList.com


    Free Counters
    hit Counter

    Ganda's shoes story : Password Laptop.
    mamamolilo @ 3/28/2006 07:19:00 PM



    Enam-7 tahun yg lalu, temen ngajak jalan-jalan ke Jakarta untuk nyari sepatu. Sekalian liat ibu kota, gua iya-kan karena udah lama juga nggak melancong ke sana. Gua nggak inget berapa mall yg sempet disinggahi, yg pasti akhirnya kita terdampar di Blok M. Di sana, yg paling sibuk sebenernya temen gua itu, bolak sana balik sini, nyoba sepatu ini, nyoba sepatu itu. Gua yg sangking setianya nemenin, mau nggak mau liat-liat dan nyoba-nyoba juga, terus ketemu nih sepatu. Dulu, waktu masih orsinil warnanya coklat kiwi, tapi sekarang udah nyampur antara coklat muda dan tua. Bagian yg sering kelipet dan kegesek rubah jadi coklat tua. Harganya sekitar 150 ribu. Bukan sepatu mahal, bukan sepatu susah-dapet karena ternyata mudah juga ditemui di toko-toko sepatu Bandung.

    Masih di Blok M, temen gua juga akhirnya nemu sepatu yg menurut dia pas, mereknya unik, nggak pasaran, harganya 3-4 kali sepatu yg gua beli, iya sekitar 500 ribuan lah. Yang bakalan gua inget selalu, sekian lama dari belanja sepatu itu, suatu ketika gua butuh laptop temen gua itu. Laptop-nya ada di kantor sementara anaknya lagi pulang kampung. Gua telepon dia, minta password laptop-nya. Dia jawab begini: "Merek sepatu gua yg kita beli di Blok M?" Gua nggak nyangka itu sepatu jadi password pribadi, bisa jadi nih anak make kunci password yg sama untuk semua box yg dia miliki, meureun*. Terakhir ketemu dia 1,5 bulan yg lalu, ternyata sepatu itu masih dia pake. Mudah-mudahan bukan karena mau ketemu gua, dia maksain make itu sepatu hehehe

    Lima tahun yg lalu gua mulai hidup nomaden. Pertama, harus sekolah ke Austria, mau nggak mau musti milih satu sepatu kulit dan satu sepatu olahraga. Nah, dari tiga sepatu kulit yg gua punya waktu itu, pilihan layak-boyong jatuh ke sepatu itu. Pertimbangannya bisa dibawa formil dan nggak formil. Singkat cerita pulang ke tanah air, musti rela nemuin sepatu-sepatu yg lama gua bulukan, karena lama nggak dibuka terus dipercepat efek kabanjiran oge sigana** mah. Sementara harus cepet-cepet hengkang lagi dan mulai hidup di Jepun, nggak ada pilihan lain, sepatu itu juga yg gua boyong. Pernah gua bawa ke Poland, Belanda. Entah kapan musti dibuang, mungkin sampai solnya habis, atau sebenernya udah terkategori habis, guanya aja yg keukeuh make da teu boga duit keur meuli sapatu anyar*** hehehe O ya, gua cuman sekali ngeganti tali itu sepatu.

    Ritual sepatunya adalah,

    1. Kaos kaki putih (harus)
    2. Musim salju nggak bisa dipake (safety consideration, drat-nya udah habis)
    3. Celana khaki, kemeja lengen pendek putih atau biru muda (leuwih kasep****)
    4. Monggo dibayangin, cara berpakean ijk kerja hehehe

    Glossary :
    *mungkin
    **juga kayaknya
    ***ngotot pake soalnya gak punya duit buat beli sepatu baru
    ****lebih cakep.


    Pemilik : Gandok, Jepun.

    |