teras
blog
blogskins
jalan-jalan
kinarya
project
menyiklit

sepatumerah adalah seorang perempuan, nyaris 30, gemar menulis dan jalan-jalan

  • Hanin's Shoes Story : Sepatu Kredit Untuk Lamaran
  • Icha Rahmanti's Shoes Story : Viva Forever Sepatu ...
  • Ophi's shoes story : Sepatu gajah
  • Noni's Shoes Story : Kappa & High Heel
  • Okol's Shoes Story : Sepatu-sepatu andalan
  • Shanti's Shoes Story : Sepatu Untuk Diwariskan
  • Snydez's Shoes Story : Maksa harus ada cerita! :D
  • Dian's Shoes Story : on impulse.
  • Renata's Shoes Story : These boots are made for wa...
  • Richoz's shoes story : Sepatu Avatar Resmi.
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • August 2006
  • Masukan e mail anda di sini untuk menerima pemberitahuan setiap saya mengupdate situs.

    Powered by NotifyList.com


    Free Counters
    hit Counter

    Chrysalic's Shoes Story : Kualat Oleh Nenek Pikun
    mamamolilo @ 4/19/2006 02:14:00 PM




    Berikut ini adalah kejadian nyata yang benar benar terjadi pada suatu malam di tahun 2003. nama, pelaku dan alamat disamarkan untuk menghindari kemaluan kemaluan yang tidak terelakkan. semoga kejadian ini dapat menjadi suri tauladan para pembaca sekalian.

    Alkisah semalam sebelum peristiwa ini terjadi, ada sepasang suami istri diwajibkan untuk menghadiri undangan makan malam keluarga besar. kedua belah pihak dari pasangan tersebut hadir, termasuk tetua dari dua generasi sebelum mereka. salah satunya adalah seorang ibu tua kerabat orang tua mereka. di umurnya yang hampir 80 tahun, mak tuo ini masih bisa bepergian sendiri tanpa perlu dipapah dan cekatan berhitung tentang uang. maklum profesinya pedagang berlian. namun tak elak beliau mulai kehilangan kemampuan mengingat nama maupun kejadian. termasuk ketika pasutri itu menyadari bahwa si nenek mengenakan sendal yang berlainan antara kanan dan kirinya.

    suami : dik, lihat deh kaki nenek uncu.
    istri : kenapa kakinya, mas?
    suami : ituuu, selop yang kiri sama kanan kok beda begitu ya?
    istri : hah? iyya kamu bener! kok bisa sih ya?
    suami : lah nggak tau, apa nggak berasa kiri sama kanan njepitnya beda ya?
    istri : tapi warnanya sama sama gelap sih, mungkin pas pergi buru buru kali.
    suami : dan kayaknya nggak ngeh sampe sekarang ya?
    istri : kamu gih bilangin sana.
    suami : idih enak aja, kamu aja deh. takut nanti tersinggung lagi
    istri : ya udah diem diem aja. eh yang lain nyadar apa enggak ya?

    dan akhirnya semalaman mereka tersenyum dan diam diam menertawakan kepelupaan nenek itu sampai dengan malam berakhir. ternyata setelah terjadi bisik bisik saudara, tamu lain juga ada yang memperhatikan keganjilan alas kaki si nenek malam itu.

    keesokan harinya pasutri itu memutuskan untuk menghabiskan weekend di sebuah plaza rahasia di bilangan Semanggi (halah!). karena satu dan lain hal, mereka sempat terpisah melakukan kegiatan masing masing sampai dengan waktu makan malam tiba dan mereka memutuskan untuk makan malam bersama teman teman mereka. di tengah makan malam yang lezat, tiba tiba seorang teman mereka bertanya :

    'itu suamimu pakai sendal kiri dan kanan memang sengaja biar keren apa bagaimana?'

    deg.

    bagai tersambar gundala putra petir wajah pasutri itu gosong bukan kepalang. sepertinya baru kemarin mereka menertawakan kealpaan nenek mereka mengenai pemakaian alas kaki berbeda yang tidak pada tempatnya. pas 24 jam kemudian mereka didudukkan pada posisi yang sama. mungkin jika ada acara Takdir Illahi maupun Astagfirullohalazim episode Diazab Kualat Nenek Pikun, kisah nyata ini akan cocok sekali.

    pasutri tersebut mengalami kemaluan yang tak terperikan. alhasil rencana belanja bulanan setelah makan malam dibatalkan karena keduanya sudah terlanjur malu bertanya sesat di jalan dan memilih pulang.

    demikian kisah alas kaki yang aneh tapi nyata. barang bukti yang tertera sungguh diambil pada malam kejadian. semoga bisa menjadi peringatan bagi para pembaca untuk berhati hati sebelum melangkah keluar rumah.

    seperti yang dikisahkan oleh chrysalic, 28, pemulung data dan kacung kampret, Singapura

    |