|
sepatumerah adalah seorang perempuan, nyaris 30, gemar menulis dan jalan-jalan |
Cerita sepatu eksi : Sandal Forever Young
Sendal ini gue beli waktu pertama kali banget gue ke Singapore. Dulu masih jaman-jamannya sandal Birkenstock, sementara sandal itu gak masuk ke Indonesia. Gosipnya sih di Singapore ada, jadilah pas ke Singapore, gue dan sepupu-sepupu gue (dimana kita semua masih sangat norak dan sok ikutan trend biar dibilang keren) berburu sandal Birkenstock. Tapi sayang banget, gue udah menjelajah seluruh mall yang ada di Orchard Road tapi tetep aja gue ga nemu toko Birkenstock. Hari menjelang hari terakhir gue di Singapore gue ke mall kecil bernama Queensway Shopping Centre, bertemulah gue dengan sandal ini, versi abal-abal dari sandal Birkenstock (yang belakangan ini gue ketahui, versi abal-abal ini banyaaak banget di distro-distro di Jakarta & Bandung) di sebuah toko kecil di mall tersebut. Saking senengnya jadilah gue beli sandal ini, gue beli langsung dua biji, satu warna merah, satu lagi putih (yang udah duluan rusak dan gak ada fotonya) dan berpikir "Yaudahlah gapapa, ga dapet yang asli setidaknya dapet yang mirip".Gue pulang liburan dengan perasaan senang. Sendal itu udah berkali-kali gue pake ke kampus, kadang pake yang merah dan kadang pake yang putih. Temen-temen gue yang kebetulan tau sandal Birkenstock belum masuk ke Jakarta jadi nanyain, gue beli sandal dimana dan minta gue copot sendalnya biar tau merk-nya (rupanya mereka jeli, tau kalo bukan Birkenstock asli =P ) heheheehe⦠Tapi karena gue tau itu memang versi abal-abal, gue tidak sudi memperlihatkan merk-nya dan langsung lari terbirit-birit setiap orang-orang itu datang. Untuk beberapa waktu gue setia pake sandal itu sampe akhirnya sandal itu udah ga musim dan "masa" memakai sandal itu usai. Tapi saat masa-masa sandal itu berjaya, gue sempet titip ke sodara gue yang kebetulan kuliah di Jerman (negara asal sandal ini) beberapa sandal dengan warna lainnya. Sekarang gue punya beberapa buah sandal ini dengan berbagai warna, udah kaya buka toko di rumah. Kalau gue liat sandal ini, gue jadi inget diri gue yang dulu. Masa-masa norak dan merasa penting mengikuti trend yang ga penting. Sekarang yang banyak pake sandal model ini para abg, gue jadi malu sendiri. Tapi gue banyak belajar dari masa lalu gue dan menanamkan pada diri gue, it's not the outside that really matters, it's the inside that defines myself. Jadi gue belajar untuk mengenal diri gue sendiri, memakai apa yang pantas dan nyaman buat diri gue. Gue gak akan membiarkan diri gue termakan jaman lagi :). Lucu juga, gimana sebuah sandal mengajarkan tentang kehidupan dan jati diri. Tapi sandal-sendal ini masih sering gue pakai. Pas lagi santai dan kapanpun gue pengen pergi dengan abg style, gue pake sandal ini.... hehehehe If I should grew older, at least my feet and style are forever young :) hehehe "maksa". Kali ini gue pake sandal-sendal ini karena emang gue nyaman dan gue pengen, bukan karena orang lain atau trend lagi... Hihihihihii... :) Nama : Eksi Nadiasti Umur : 24 tahun Blog : eksinads.blogspot.com |