teras
blog
blogskins
jalan-jalan
kinarya
project
menyiklit

sepatumerah adalah seorang perempuan, nyaris 30, gemar menulis dan jalan-jalan

  • cerita sepatu mungilnya Ragil Mungil
  • Cerita Sepatunya si Tanpa Nama
  • cerita sepatu nukew : sepatu bekas mama
  • cerita sepatunya nadya : Bally second
  • Cerita Sepatu Dahnil : Not So Comfortable shoes
  • Cerita Sepatu Tika : Sepatu Futsal Yang Tidak Pern...
  • Cerita Sepatu Yaya : Sisa 10 Sen
  • Cerita Sepatu Adrian : Sepatu Hitam Bergaris Putih
  • Cerita Sandal Lala : Dua puluh ribu sahaja.
  • Cerita Sepatu Prabowo : Rumpian Sneakers
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • August 2006
  • Masukan e mail anda di sini untuk menerima pemberitahuan setiap saya mengupdate situs.

    Powered by NotifyList.com


    Free Counters
    hit Counter

    cerita sepatu melly : tergoda diskon
    mamamolilo @ 5/22/2006 09:19:00 PM


    Beginilah kalau gak bisa tahan diri dengan yang namanya diskon, bo! Secara biasanya gue cukup tahan banting untuk urusan diskon2an, ntah kenapa malem itu gue agak-agak panik ngeliat tanda "DISKON up to 70% until TODAY sajah"itu. Mana udah beberapa hari sibuk cari sepatu.

    Iya, udah seminggu-dua minggu hunting sepatu-nyaman-buat-jalan-bisa-dipake-olahraga-dan-gak-ngabisin-tempat-di-koper-tapi-tetep-keren-dipandang itu. Sebetulnya dipicu sama rencana untuk survey ke ujung timur Indonesia.Beberapa hari sebelumnya, hati ini udah kepincut ama Karimorr di sebuah tempat di dr.Otten sana. Siyalnya, cari nomer kecil untuk merk yang satu itu sama aja mimpi!

    Jadi, gak salah dong, gue keblinger liat tanda diskon di toko sepatu itu. Gue seret bokap, nyokap dan adek gue untuk masuk toko. Dua, tiga, empat sepatu berusaha menarik perhatian gue, tapi sialnya, nomornya gak ada.Salah gue sendiri sih, punya ukuran sepatupasaran-yang-kalo-udah-musim-diskon-pasti-keabisan-deh. Akhirnya gue
    bertekad mencoba sepatu ini dan satunya lagi. Tidak persis sama dengan keinginan, karena dia tidak selentur dan setipis dan seringan yang sudah gue bayangkan. Tapi juga tidak setangguh sepatu K yang mencuri hati gueitu.

    Nomer OK, warna OK, harga so-so. Sejak kapan ada harga OK, kan. Wait,tunggu dulu, ini lagi diskon, harusnya harganya sekitaran 400 ribu dehkalau gak salah, dan sekarang jadi sekitaran 340 ribu (eh, bener gak ya,atau harusnya 300 ribu terus sekarang jadi sekitaran 240 ribu…kacau kacau). Dan.... INI HARI TERAKHIR. Saat itu waktu menunjukkan 20 menitmenjelang toko tutup di hari terakhir diskon.

    Tegang banget pas mau memutuskan beli atau enggak (hiperbolis oh hiperbolis). Bokap gue dengan santenya bilang,"ambil aja, Kak, bagus kok".Begitu beberapa kali. Ibuku ikut mengkompori. Tapi kompor #1 jelas bapaknda tercintah. Mending kalau sum-sum ikutan bayar ya ?.

    Akhirnya, kartu debit keluar, dan aku bergerak menuju kasir. Di last minute si mas-mas tukang jualan mau gesek kartu, sempat terbersit keraguan. Gak yakin banget mau beli, lebih yakin mau batalin. Tapi, melihat senyuman si mas, dan upaya dia dari tadi bolak balik ambilin sepatu, gue gak tega!

    Yo wes. Sret srettt..dan berpindahlah sepatu itu ke tanganku.

    Tiga langkah dari toko, aku menyesal habis-habisan membeli itu sepatu.Lemes banget. Karena ingat, harga sepatu itu dengan harga sepatu K itu gak jauh beda. Akhirnya, gak pernah dipake, dan gak pernah dibuka (kecuali pasmau difoto tentunya). Kata orang sih keren. Beneran deh keren. Gak percaya? Cobain deh, ntar kalo suka bilang ya....

    Soalnya...sepatunya pengen gue jual nih.

    Moral cerita: jangan pernah berbuat sesuatu karena kasihan (masak mau bilang jangan pernah tergoda diskon, itu mah sudah suratan, bukan?)

    |