teras
blog
blogskins
jalan-jalan
kinarya
project
menyiklit

sepatumerah adalah seorang perempuan, nyaris 30, gemar menulis dan jalan-jalan

  • Cerita Sepatunya Vany : My Mistress
  • cerita sepatu tussy : sepatu pembuat goyang :D
  • Cerita Sepatunya Pimpi : sepatu 7 tahun.
  • Cerita Sepatu Shanti : Sepatu PDH Pemberian
  • Dean's Shoes Story : MOM! PLEASE DON'T WASH MY SHO...
  • Cerita sepatu Jo : Sepatu Bolong-bolong
  • cerita sendal Iboed : sendal pembuka aib
  • Cerita Sepatu O'O : Ke-pink-an Cerita
  • Dinda's Shoes Story : me and my adventurous shoes
  • dita's shoes story : Soulmate banget!
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • August 2006
  • Masukan e mail anda di sini untuk menerima pemberitahuan setiap saya mengupdate situs.

    Powered by NotifyList.com


    Free Counters
    hit Counter

    Cerita Sepatu Santent : Sepatu kuno yang bersahabat
    mamamolilo @ 5/08/2006 02:35:00 PM




    Masih ingat zaman keemasan sepatu ini? Kami menyebutnya "Warior", sepatu yang kuno.

    Cerita Si Warior saya ini berawal di pertengahan tahun 2001, ketika status sepatu terkeren dalam komunitas saya adalah sepatu jenis ini, karena memang sepatu ini
    sudah tidak diproduksi lagi. Tantangan itu saya terima dan proses perburuan mulai dilakukan.

    Sweeping dilakukan di toko-toko sepatu, sampai ke pasar-pasar barang bekas, berharap mereka masih menjual stock lama. Setalah melakukan pencarian selama beberapa hari, saya menemukannya di etalase sebuah toko sepatu di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Tapi
    sayang, sepatu seharga Rp 25000,00 itu berukuran lebih kecil 3cm dari kaki saya dan itu adalah satu-satunya stock di toko itu. Terlintas juga pikiran, membeli sepatu itu dan mengorbankan kenyamanan demi sebuah kehormatan. Dilema juga, di satu sisi saya bakal jadi bahan tertawaan kalau pakai sepatu kekecilan. Dan proses pencarian pun saya hentikan.

    Berapa minggu kemudian, saya mengeluhkan kejadian tersebut dalam sebuah pembicaraan. Ternyata salah satu dari mereka ada yang masih menyimpan sepatu jenis ini di gudangnya. Akhirnya proses tawar-menawar terjadi dan berhenti di harga Rp 10000,00. Harga sepatu super mega ultra murah yang pernah saya beli. Padahal kondisinya masih seperti baru, ternyata sepatu bapaknya itu baru dipakai beberapa kali kalau beliau ber-volley ria. Kalau dihitung-hitung ditambah dengan biaya tak terduga dalam proses pencarian, tetap saja tidak lebih dari Rp 50000,00.

    Mengingat perjalanan dengan sepatu ini sampai sekarang, banyak cerita yang miris bisa bikin nangis atau ketawa. Sepatu ini mulai saya kenakan waktu ber-High School, dengan cerita-cerita sama yang ini dan yang itu :D, hehe.. Perjalanan wisata alam pegunungan, masuk goa, sungai, lengkap dengan lumpur. Manggung, saling menginjak bersama boot di dance floor, lanjut moshing berpuluh-puluh kali. Dan sampai sekarang hampir setiap hari saya pakai, dari kerja sampai kuliah, sekalipun ada beberapa pasang sepatu jenis lain sebagai cadangan.

    Bayangkan saja, untuk sepatu yang berusia sekitar sepuluh tahunan mungkin juga lebih, ikud beraktivitas hampir setiap hari selama lima tahun terakhir, dengan portfolio banyak, sepatu ini tidak rusak parah. Dari sol yang masih bercorak, benang sambungan yang hanya lepas beberapa helai, dan yang membanggakan tak ada lubang sobekan di kainnya, mungkin karena cara jalan saya yang ramah atau mungkin kecintaan saya . Hanya saja tali sepatu sebelah kiri putus dua kali, jadi sekarang tali orisinilnya berasesoris ikatan sambungan.

    Santent
    Tharayudi Kusuma

    Hampir 22 tahun dan suka beraktivitas


    http://www.cerah.net

    |