teras
blog
blogskins
jalan-jalan
kinarya
project
menyiklit

sepatumerah adalah seorang perempuan, nyaris 30, gemar menulis dan jalan-jalan

  • dita's shoes story : Soulmate banget!
  • Tukang Lenong's Shoes Story : Ulang Tahun di Taman...
  • Priska's Shoes Story : Her Twin Evils
  • Chrysalic's Shoes Story : Kualat Oleh Nenek Pikun
  • Hanin's Shoes Story : Sepatu Kredit Untuk Lamaran
  • Icha Rahmanti's Shoes Story : Viva Forever Sepatu ...
  • Ophi's shoes story : Sepatu gajah
  • Noni's Shoes Story : Kappa & High Heel
  • Okol's Shoes Story : Sepatu-sepatu andalan
  • Shanti's Shoes Story : Sepatu Untuk Diwariskan
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • August 2006
  • Masukan e mail anda di sini untuk menerima pemberitahuan setiap saya mengupdate situs.

    Powered by NotifyList.com


    Free Counters
    hit Counter

    Dinda's Shoes Story : me and my adventurous shoes
    mamamolilo @ 5/02/2006 11:09:00 AM




    Dari dulu, aku selalu pengen punya sepatu hiking. Kesannya nan-gagah-perkasa-kali-pun-lah gitu kan?

    --- Well, sebenernya juga pengen hiking sih, tapi bokap tersayang Cuma punya satu permintaan: jangan naik gunung ya, anakku sayang. Bukan kenapa-napa. Bokap pernah punya pengalaman buruk gitu berkaitan dengan daki-mendaki gunung. Jadinya, In the name of love diturutin deh. Anyway.... ---

    Nah, sekitar November (apa desember ya?) lalu, aku ke pasaraya blok-m (yang dilantai atas tempat sports itu) dan menemukan Head ad.apt ini nangkring sambil nyuit-nyuitin genit. Aku pun terpana (halah!). Dari warnanya yang coklat asik (secara gw SELALU punya sepatu warna biru navy, dan pengen punya warna lain), modelnya yang gak terlalu ribet, sampe harganya yang gak terlalu mahal (kalo gak salah 250 ribu deh.... apa 300 ya? Aduh, pelupanya kambuh!), membuat aku termehek-mehek.

    Padahal, dalam minggu itu, aku sudah beli DUA sepatu saja. Tapi.... kok ya pengeeeeeeennnnn! Liur gw udah netes-netes liat sepatu itu. Sampe akhirnya, pak Arif temen gw kasihan dan menawarkan untuk'berpartisipasi' membeli sepatu itu (emm.. mungkin bukan kasihan juga si, tapi males ngeliat gw yang bilang gak mau beli tapi terus-terusan merengek-rengek!). Walhasil, separohnya dibayar sama dia (cinta banget lah gw sama tuh bapak!).

    Waahhh... begitu dipakai... dunia serasa milik gw banget! Sol-nya yang rada tinggi membuat badan gw yang ehm.. ceper... ini jadi lebih tinggi dua senti. Terus, gw merasa asik aja nginjek2 apapun (termasuk kaki bos gw, hahahah!). Lapangan rumput, becek, aspal, mall, sampe tangga gunung bromo diterabas dengan langkah super mantap.

    Pokoknya.. kalo pake sepatu ini, I feel like I can do anything! Sepatu ini adalah my adventurous shoes.

    Berhubung gw termasuk kalangan narsiswati juga, gw suka motret2 kaki gw dengan sepatu itu dengan latar belakang berbagai tempat, demi menunjukkan betapa adventurousnya sepatu gw itu. Kalo gw kemana-mana, pasti disempet2in motret sepatu gw itu dengan background landmarknya (atau setidaknya bisa ada ikon2 yang dapat dibaca secara semiotik, nah lo?). Niatnya sih ntar mau pameran foto berkonsep "me and my adventurous shoes" (alah! niat!)

    Dinda, 24, pembantu.

    |